Anjing Ternyata Mendengar Ucapan Mirip Bayi, Fakta Ini Mengejutkan
Zoonestify – Banyak pemilik anjing tanpa sadar mengubah suara ketika berbicara dengan hewan kesayangannya. Nada menjadi lebih tinggi, intonasi lebih ekspresif, dan kalimat sering terdengar sederhana. Menariknya, pola tersebut memiliki kemiripan dengan infant-directed speech, yaitu gaya bicara yang digunakan orang dewasa kepada bayi. Penelitian menunjukkan bahwa dog-directed speech juga memiliki nada lebih tinggi dan variasi pitch lebih besar daripada percakapan antarmanusia dewasa. Karena itu, cara anjing mendengar manusia menjadi topik menarik dalam ilmu kognisi hewan. Namun, temuan ini bukan berarti anjing memahami ucapan persis seperti bayi manusia. Kesamaannya terutama terletak pada karakter akustik suara dan respons terhadap prosodi. Studi pemindaian otak bahkan menemukan area pendengaran tertentu pada anjing lebih responsif terhadap gaya bicara yang diarahkan kepada anjing dan bayi dibandingkan percakapan orang dewasa. Temuan tersebut membantu menjelaskan mengapa suara bernada ekspresif begitu efektif menarik perhatian mereka.
Baca Juga: Elang Emas, Pemburu Udara dengan Penglihatan Tajam dan Kecepatan Tinggi
Peneliti Memindai Otak Anjing dalam Kondisi Sadar
Salah satu penelitian penting diterbitkan dalam Communications Biology pada 2023. Peneliti melibatkan 19 anjing keluarga dari beberapa ras dan campuran ras. Anjing tersebut menjalani pemindaian fMRI dalam keadaan sadar tanpa pengekangan fisik. Mereka mendengarkan rekaman percakapan yang diarahkan kepada anjing, bayi, dan orang dewasa. Rekaman berasal dari pembicara laki-laki dan perempuan yang tidak dikenal oleh anjing. Hasilnya memberikan gambaran menarik tentang cara anjing mendengar manusia. Dua wilayah korteks pendengaran non-primer menunjukkan respons lebih kuat terhadap gaya bicara yang ditujukan kepada anjing atau bayi daripada gaya percakapan orang dewasa. Efek tertentu terlihat lebih jelas ketika suara berasal dari perempuan. Meski demikian, penelitian ini menggunakan sampel yang relatif kecil. Oleh sebab itu, hasilnya tidak berarti setiap anjing akan memberikan respons identik. Temuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bukti neural bahwa otak anjing peka terhadap karakter prosodi tertentu dalam suara manusia.
Nada Tinggi dan Variasi Pitch Menjadi Bagian Penting
Mengapa gaya bicara tersebut dapat menarik perhatian anjing? Salah satu jawabannya terletak pada pitch. Analisis penelitian menunjukkan bahwa suara dengan frekuensi fundamental rata-rata lebih tinggi dan variasi pitch lebih besar berkaitan dengan peningkatan respons pada area pendengaran tertentu di otak anjing. Dengan kata lain, perubahan nada membawa informasi penting. Manusia juga cenderung menggunakan karakter serupa ketika berbicara kepada bayi. Nada naik turun lebih jelas, ekspresi terdengar hangat, dan perhatian lawan bicara lebih mudah diarahkan. Karena itu, kemiripan antara dog-directed speech dan infant-directed speech bukan sekadar kesan pemilik hewan. Karakter akustiknya memang telah diteliti. Namun, cara anjing mendengar manusia tetap berbeda dari kemampuan bahasa manusia. Respons terhadap pitch tidak membuktikan bahwa anjing memahami seluruh struktur kalimat. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa prosodi dapat membantu membuat sebuah pesan terasa lebih relevan dan menarik bagi pendengar yang tidak menggunakan bahasa seperti manusia.
Suara Perempuan Memunculkan Respons yang Menarik
Penelitian fMRI tersebut juga menemukan pola menarik terkait suara perempuan. Respons terhadap prosodi yang dilebih-lebihkan terlihat lebih kuat dalam kondisi tertentu ketika pembicaranya perempuan. Peneliti menghubungkan pola tersebut dengan karakter akustik suara, termasuk pitch yang lebih tinggi dan lebih bervariasi. Namun, hasil ini tidak berarti anjing selalu lebih menyukai perempuan daripada laki-laki. Faktor pengalaman hidup, lingkungan, dan karakter suara dapat memengaruhi respons setiap anjing. Para anjing dalam penelitian juga memiliki interaksi sehari-hari dengan manusia laki-laki dan perempuan. Karena itu, peneliti menyoroti karakter suara sebagai bagian penting dari penjelasan. Fakta ini membuat cara anjing mendengar manusia semakin menarik. Mereka tidak sekadar menerima rangkaian bunyi secara pasif. Otak mereka tampaknya sensitif terhadap cara pesan disampaikan. Bagi pemilik, temuan tersebut juga menjelaskan mengapa perubahan intonasi sering membuat anjing segera menoleh, mendekat, atau memberikan perhatian ketika seseorang mulai berbicara dengan nada lebih ekspresif.
Gaya Bicara Khusus Dapat Membantu Menarik Perhatian Anjing
Penelitian perilaku sebelumnya memberikan petunjuk serupa. Studi dalam Scientific Reports menemukan bahwa pet-directed speech dapat menarik perhatian anjing dewasa lebih efektif daripada gaya bicara yang diarahkan kepada orang dewasa. Dalam penelitian tersebut, perempuan mengucapkan kalimat yang sama kepada anjing, bayi, dan orang dewasa. Dengan menjaga isi kalimat, peneliti dapat mengamati pengaruh gaya penyampaian. Hasil tersebut mendukung gagasan bahwa intonasi memiliki peran dalam cara anjing mendengar manusia. Namun, komunikasi dengan anjing tetap melibatkan lebih dari satu unsur. Penelitian lain menunjukkan bahwa anjing dapat memanfaatkan berbagai informasi dari suara manusia, termasuk intonasi, isi linguistik tertentu, identitas pembicara, serta petunjuk sosial lainnya. Oleh sebab itu, berbicara dengan nada tinggi bukan formula ajaib untuk membuat anjing memahami semua perintah. Nada dapat menarik perhatian, sedangkan pengalaman, pelatihan, konteks, dan konsistensi membantu anjing menghubungkan suara dengan tindakan tertentu.
Ekspresi Wajah Juga Menjadi Bagian dari Komunikasi
Komunikasi manusia dengan hewan tidak hanya berlangsung melalui suara. Ketika berbicara kepada bayi atau anjing, manusia juga dapat mengubah ekspresi wajah. Sebuah penelitian Scientific Reports pada 2023 menemukan adanya sejumlah kemiripan dalam ekspresi wajah yang digunakan pengasuh ketika berkomunikasi dengan bayi dan anjing. Temuan ini memperluas pembahasan tentang cara anjing mendengar manusia karena komunikasi sebenarnya bersifat multimodal. Seekor anjing dapat menerima suara sambil melihat arah pandangan, gerakan tangan, posisi tubuh, dan ekspresi wajah seseorang. Karena itu, nada yang ramah dapat terasa semakin jelas ketika disertai bahasa tubuh yang sesuai. Sebaliknya, pesan dapat menjadi membingungkan apabila suara dan gerakan tubuh memberikan sinyal berbeda. Dalam interaksi sehari-hari, konsistensi menjadi sangat penting. Ketika pemilik menggunakan kata, gestur, dan intonasi secara relatif konsisten, anjing memiliki lebih banyak petunjuk untuk membaca situasi. Hubungan manusia dan anjing akhirnya terbentuk melalui kombinasi berbagai sinyal sosial.
Baby Talk kepada Anjing Bukan Berarti Menganggapnya Bayi
Istilah baby talk memang mudah menarik perhatian. Namun, istilah tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman jika diterjemahkan terlalu harfiah. Penelitian tidak menyatakan bahwa anjing memproses bahasa dengan mekanisme yang sama persis seperti bayi. Temuan utamanya adalah adanya kesamaan sensitivitas terhadap karakter prosodi tertentu. Otak anjing dan bayi sama-sama dapat menunjukkan sensitivitas terhadap gaya bicara dengan pitch tinggi dan lebih bervariasi. Pada anjing, peneliti melihat respons tersebut pada wilayah pendengaran tertentu melalui fMRI. Jadi, cara anjing mendengar manusia tetap harus dipahami dalam konteks kemampuan spesiesnya. Anjing memiliki sejarah domestikasi panjang dan hidup dekat dengan manusia. Kondisi tersebut memberi mereka banyak kesempatan untuk belajar membaca sinyal sosial manusia. Namun, respons terhadap suara tidak sama dengan memahami bahasa secara lengkap. Perbedaan ini penting agar fakta ilmiah tidak berubah menjadi klaim berlebihan. Justru, bagian paling menarik adalah kemampuan anjing memanfaatkan petunjuk suara manusia tanpa harus memiliki sistem bahasa seperti kita.
Berbicara Ekspresif Bisa Membuat Interaksi Terasa Lebih Jelas
Bagi pemilik anjing, hasil penelitian ini tidak menuntut perubahan besar dalam cara berkomunikasi. Nada positif dan ekspresif dapat digunakan ketika ingin mendapatkan perhatian. Namun, perintah sebaiknya tetap singkat dan konsisten agar mudah diasosiasikan dengan tindakan. Selain itu, gestur yang jelas dapat membantu komunikasi dalam situasi tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa respons anjing terhadap suara manusia berkaitan dengan kombinasi prosodi, konteks, dan petunjuk komunikasi lainnya. Karena itu, cara anjing mendengar manusia tidak dapat diringkas menjadi “mereka suka baby talk” saja. Gambaran ilmiahnya jauh lebih menarik. Anjing tampaknya memiliki sensitivitas terhadap suara yang sengaja dibuat lebih menonjol untuk menarik perhatian partner komunikasi. Kemampuan tersebut menunjukkan betapa kompleksnya hubungan manusia dan anjing setelah hidup berdampingan begitu lama. Pada akhirnya, suara lembut yang sering dianggap sekadar kebiasaan pemilik ternyata menyimpan aspek komunikasi yang benar-benar dapat diamati oleh ilmu saraf.
