Chilean Skua Terdeteksi di Utara, Kemunculannya Sangat Tak Biasa

Chilean Skua Terdeteksi di Utara, Kemunculannya Sangat Tak Biasa

ZoonestifyChilean Skua terdeteksi di utara dalam sebuah pengamatan yang mengejutkan para pengamat burung. Burung tersebut terlihat di perairan Jeffreys Ledge, New Hampshire, Amerika Serikat, pada 8 September 2026. Lokasi itu berada jauh dari wilayah persebaran normal spesies ini. New Hampshire Audubon menyebut pengamatan tersebut berpotensi menjadi catatan pertama Chilean Skua di Amerika Utara. Bahkan, ada kemungkinan ini merupakan catatan pertama spesies tersebut di Belahan Bumi Utara. Karena sangat tidak biasa, dokumentasi foto akan diperiksa lebih lanjut oleh komite pengamatan burung terkait.

Baca Juga: Fakta Burung Jay Biru, Si Cantik Cerdas yang Bisa Meniru Suara Elang

Pengamatan Berlangsung di Jeffreys Ledge

Burung tersebut ditemukan dalam perjalanan pengamatan burung laut yang berangkat dari Rye Harbor. Rombongan kemudian menuju Jeffreys Ledge di Teluk Maine. Area tersebut memang dikenal sebagai lokasi yang menarik bagi pengamat burung laut. Pada 8 September, fotografer Cameron Johnson berhasil mengabadikan burung yang kemudian memicu perdebatan identifikasi. Awalnya, pengamat menduga burung tersebut merupakan Great Skua. Namun, warna tubuh yang kemerahan dan sejumlah karakter lain membuat identifikasi itu kembali dipertanyakan. Setelah foto dibagikan kepada para ahli, kemungkinan Chilean Skua mulai mendapat perhatian serius.

Mengapa Kemunculannya Sangat Tidak Biasa?

Chilean Skua merupakan burung laut yang secara alami berasosiasi dengan wilayah Amerika Selatan. Penelitian menunjukkan spesies ini dapat ditemukan di perairan pesisir Chile dan bergerak ke wilayah utara hingga Peru. Beberapa sumber juga mencatat penyebaran lebih jauh ke Brasil. Namun, New Hampshire berada jauh di luar pola persebaran tersebut. Karena itu, kemunculan seekor individu di Teluk Maine menjadi peristiwa yang sangat tidak biasa. Studi mengenai distribusinya di pesisir Chile juga menyebut pola pergerakan spesies ini masih belum sepenuhnya dipahami. Jadi, temuan terbaru tersebut menarik bukan hanya karena lokasinya, tetapi juga karena informasi tentang pergerakan Chilean Skua memang masih terbatas.

Chilean Skua Biasanya Hidup di Amerika Selatan

Chilean Skua memiliki nama ilmiah Stercorarius chilensis. Spesies ini berkembang biak di wilayah Chile dan Argentina, terutama kawasan selatan. Di luar musim berkembang biak, pergerakannya dapat meluas ke bagian utara pesisir Amerika Selatan. Penelitian di Teluk Valparaiso menemukan Chilean Skua hadir sepanjang tahun. Jumlahnya bahkan meningkat pada akhir musim dingin hingga awal musim semi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perairan pesisir dapat menjadi area persinggahan penting bagi spesies ini. Selain itu, Chilean Skua dikenal sebagai burung laut predator yang dapat mengambil makanan dari burung lain. Pola tersebut dikenal sebagai kleptoparasitisme.

Foto Menjadi Kunci Identifikasi

Dalam kasus langka seperti ini, dokumentasi visual memiliki peran penting. Foto yang diambil di New Hampshire memungkinkan para pengamat membandingkan bentuk tubuh dan pola warna dengan spesies skua lain. Pada awalnya, identifikasi sebagai Great Skua masih dianggap mungkin. Namun, analisis foto membuat kemungkinan tersebut semakin sulit dipertahankan. Para pengamat kemudian mempertimbangkan Chilean Skua atau kemungkinan hibrida. New Hampshire Audubon menyatakan banyak foto telah tersedia untuk membantu proses pemeriksaan. Karena itu, identifikasi akhir tetap perlu mengikuti proses resmi sebelum catatan tersebut dianggap sah dalam daftar wilayah.

Ada Kemungkinan Hibrida yang Ikut Dipertimbangkan

Menariknya, pembahasan mengenai burung tersebut tidak berhenti pada identifikasi spesies. Para pengamat juga mempertimbangkan kemungkinan individu hibrida yang memiliki karakter menyerupai Chilean Skua. Hal tersebut muncul karena lokasi penemuan sangat jauh dari wilayah normalnya. Namun, dugaan hibrida belum berarti burung tersebut pasti merupakan hasil persilangan. New Hampshire eBird reviewer yang dikutip dalam laporan pengamatan menilai kemungkinan hibridisasi secara teori belum cukup untuk menyebutnya sebagai hibrida. Karena itu, Chilean Skua tetap menjadi identifikasi yang sedang digunakan sambil menunggu proses konfirmasi lebih lanjut.

Pergerakan Skua Masih Menyimpan Banyak Misteri

Chilean Skua bukan satu-satunya skua yang memiliki kemampuan bergerak jauh. Kelompok skua mencakup beberapa spesies dengan pola migrasi berbeda. South Polar Skua, misalnya, dapat melakukan perjalanan antara wilayah kutub selatan dan kawasan utara. Namun, Chilean Skua memiliki pola yang lebih berpusat di Amerika Selatan. Penelitian juga menunjukkan sebagian besar informasi tentang pergerakan Chilean Skua masih terbatas. Bahkan, rute dan waktu perpindahannya belum sepenuhnya diketahui. Oleh sebab itu, temuan di New Hampshire dapat memicu perhatian baru terhadap kemampuan dispersal spesies tersebut.

Temuan Ini Bisa Menambah Data Ilmiah

Setiap catatan burung yang berada jauh dari wilayah normal dapat memberikan informasi tambahan. Namun, satu pengamatan saja belum cukup untuk membuktikan perubahan pola persebaran. Faktor seperti kondisi cuaca, arah angin, ketersediaan makanan, atau kesalahan navigasi dapat berperan dalam kemunculan individu yang sangat jauh dari habitatnya. Karena itu, pengamatan lanjutan menjadi penting. Data dari eBird dan dokumentasi lapangan juga dapat membantu peneliti memahami kejadian tersebut. Dalam konteks ini, pengamat burung memiliki kontribusi besar. Foto dan catatan lapangan dapat menjadi bahan awal untuk penelitian serta verifikasi ilmiah.

Catatan Pertama di Belahan Bumi Utara Masih Menunggu Konfirmasi

New Hampshire Audubon menyebut pengamatan 8 September 2026 tampaknya menjadi catatan pertama Chilean Skua di Amerika Utara dan mungkin juga Belahan Bumi Utara. Namun, kata “mungkin” menjadi bagian penting dalam informasi tersebut. Catatan luar biasa seperti ini harus melalui proses pemeriksaan sebelum dianggap sebagai rekor resmi. Laporan akan disampaikan kepada New Hampshire Rare Bird Committee dan North American Classification Committee of the American Ornithological Society. Dengan demikian, temuan tersebut memang sangat menarik, tetapi status akhirnya tetap menunggu keputusan otoritas pencatatan burung.